🌙 Aku yang Tak Pernah Diminta Tapi Selalu Bertahan
Aku tahu… memang aku yang mengakhiri hubungan kita. Tapi di akhir, kamu yang meyakinkan aku — seolah kamu masih menginginkan aku untuk tetap tinggal, seolah kamu belum ingin kita benar-benar selesai.
Tapi entah sejak kapan, semuanya terasa berbeda. Kamu yang dulu takut kita jadi asing, kini justru membuat jarak tumbuh di antara diam dan pura-pura baik-baik saja.
Aku tidak chat kamu duluan, bukan karena aku sudah tak peduli, tapi karena aku hanya ingin tahu — apakah aku masih diinginkan, atau hanya sedang menunggu sesuatu yang tak pernah benar-benar ditujukan untukku.
Aku lelah menebak arahmu. Kamu bilang ingin tetap berkabar, tapi hanya aku yang terus berusaha agar percakapan tak berhenti di “iya” atau “baik.” Kamu bilang tidak ingin asing, tapi akulah yang selalu berjuang agar kamu tetap merasa hangat.
Aku yang tak pernah diminta, tapi selalu bertahan. Aku yang masih memikirkanmu di tengah malam yang sunyi, meski aku tahu kamu mungkin bahkan tak mengingat aku lagi.
Kadang aku merasa bodoh — menunggu tanpa kepastian, berharap dari seseorang yang tak lagi benar-benar menatapku. Tapi begitulah aku, selalu memilih bertahan, bahkan ketika tak ada yang memintaku untuk tetap di sini.
Ah, sudahlah. Mungkin memang bukan aku yang kamu cari, tapi aku harap… aku pernah kamu hargai. 🌧️
Komentar
Posting Komentar